Islam Turunan, Syahadatnya kapan? Ini Penjelasan Para Ulama

  • Whatsapp

Bismillahirrahmanirrahiim. Pembahasan mengenai shayadat bagi umat Islam turunan menarik untuk dipelajari karena ini menyangkut tauhid. Syahadat merupakan perkara yang sangat mendasar.

Bahkan dalam rukun Iman, mengucapkan dua kalimat syahadat menempati urutan pertama. Syahadat juga menjadi ‘pintu’ masuk bagi non-muslim yang hendak memeluk agama Islam.

Pos Terkait

Lantas bagaimana dengan umat Islam turunan. Apakah yang lahir dan besar di keluarga muslim harus mengucapkan syahadat ulang dan berbai’at atau disaksikan oleh imam?

Apa itu Islam turunan

Kita tentu sering mendengar istilah Islam turunan. Mungkin yang dimaksud Islam turunan adalah muslim yang lahir dari keluarga muslim dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga muslim.

Sedangkan orang yang masuk Islam ketika sudah memasuki usia baligh disebut juga mualaf.

Mengenai mualaf, semua sepakat bahwa pengucapan dua kalimat syahadatnya harus disaksikan. Tetapi ada perbedaan pendapat bagi orang yang disebut Islam turunan.

Ada pihak yang mengatakan harus syahadat ulang dan disaksikan (bai’at). Sedangkan para ulama berpendapat tidak perlu mengulang syahadat dengan dasar bahwa setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah.

Pengertian bai’at

Arti bai’at seperti disampaikan Dr. Dudu Hermawan, M.Ag., bai’at adalah janji setia kepada pemimpin. Bai’at juga bisa diartikan sebagai kontrak politik.

Mantan Ketua STAIDA Muhammadiyah Garut yang juga Dosen UIN Bandung ini berpendapat bahwa muslim turunan tidak perlu dibai’at syahadat. Alasannya karena manusia lahir dalam keadaan fitrah.

Fitrah di sini, menurut pendapat Dr. Dudu, menunjukkan pada agama Islam. Penjelasan lengkapnya bisa Anda simak dalam video ini.

Islam Turunan Syahadatnya kapan haruskah mengulang syahadat
via Konsultasisyariah.com

Penjelasan ulama tentang syahadat umat Islam turunan

Apakah umat Islam turunan harus mengucap ulang syahadat ketika sudah baligh? jika tidak perlu, umat Islam turunan kapan syahadatnya?

1. Menurut Ustadz Abdul Somad, LC., MA.

Menjawab pertanyaan barusan, Ust. Abdul Somad mengatakan bahwa umat Islam turunan tidak perlu disyahadatkan ulang di hadapan guru kelompok tertentu.

UAS menjelaskan alasan yang bersumber dari hadist Rasulullah SAW, bahwa setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah.

Fitrah bukanlah kain putih yang belum ternoda, fitah bukanlah kanvas yang belum dilukis, fitah bukan pula whiteboard yang belum dicoret.

Fitrah menurut Abu Hurairah adalah fitratul Islam. Setiap anak itu lahir dalam keadaan Islam.

Kalau anak itu Islam, kapan dia bersyahadat?

Anak itu sudah disyahadatkan Allah SWT sebelum ruh bertemu dengan jasad. Sebelum dia ditiupkan dalam perut ibunya Allah SWT sudah mengambil persaksian.

2. Menurut Buya Yahya

Buya Yahya mengatakan, orang yang wajib membaca syahadat adalah:

1. Orang kafir asli yang masuk Islam. Disamakan dengan orang murtad/ keluar dari Islam.

2. Muslim dalam sholat ketika tasyahud akhir. Selebihnya tidak wajib.

Simak penjelasan Buya Yahya dalam video berikut ini.

3. Menurut Ustadz Adi Hidayat, LC., MA.

Semua orang yang dikandung sudah bersyahadat sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 172, yang artinya:

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”.

Silakan simak video Ustadz Adi Hidayat di sini.

4. Menurut Ustadz Khalid Basalamah

Kalau betul-betul dia kafir atau pernah membatalkan syahadatnya (murtad, red) memang harus syahadat.

Menurut Usdtadz Dr. Khalid Basalamah, MA ada kelompok yang menganggap semua umat Islam kafir. Mereka menganggap cuma kelompoknya saja yang benar. Ust. Khalid menegaskan, paham ini sama sekali tidak benar.

Ustadz Khalid mengingatkan, kita tidak boleh menuduh umat Islam itu kafir kalau tidak ada hujah yang jelas ada sesuatu yang membatalkan syahadatnya.

Penjelasan lengkap Ustadz Khalid Basalamah bisa disimak dalam video ini.

5. Menurut Buya Syakur

Apakah umat Islam turunan harus syahadat ulang?

Ketika anak itu sejak lahir diperlakukan Islami. Lahir diadzani, diqomati, disunati, diwuruki shalat, diajak ke masjid. Ketika sudah 15 tahun (sudah baligh) tidak diperlukan ikrar syahadat. Tetapi ketika bapaknya Islam, tapi anak itu tidak diadzani, tidak disunati, tidak diajari shalat ya tetap begitu baligh harus ikrar syahadat.

Anak non muslim, tapi sejak kecil dipungut oleh orang Islam. Dari kecil diperlakukan Islami, disunati, diajari shalat, dia sudah otomatis masuk Islam sekalipun bukan keturunan muslim.

Jika ingin menyaksikan langsung videonya, silakan lihat di sini.

Dan masih banyak sumber-sumber lain yang menyatakan bahwa keturunan Islam yang dibesarkan di lingkungan keluarga muslim tidak harus ikrar syahadat lagi di hadapan manusia.

Wallahu a’lam bishawab. Semoga Allah mengampuni segala dosa dan kekhilafan.

Pos terkait