Cara Menghitung Kebutuhan Keramik Lantai dan Dinding

Menghitung kebutuhan keramik bisa dikatakan sangat mudah yaitu dengan menghitung luas ruangan. Agar keramik yang dibutuhkan jumlahnya akurat, kita harus teliti dan akurat dalam menghitung luas bidang yang akan dipasangi keramik.

Menghitung kebutuhan keramik untuk lantai atau dinding pada dasarnya sama saja. Yaitu menghitung luas bidang yang akang dipasangi keramik. Setelah diemukan berapa luasnya, maka tinggal membeli keramik sesuai kebutuhan. 1 dus keramik = 1 meter persegi.

Muat Lebih

Menghitung kebutuhan keramik
via bisesacontractor.co.id

Cara menghitung kebutuhan keramik

Rumusnya adalah = panjang x lebar lantai atau dinding. Misalnya, sebuah lantai panjang 12 meter dan lebar 7 meter. Berapa dus keramik yang dibutuhkan?

Jawabannya, 12 m x 7 m = 84 m2,

1 dus keramik = 1 meter persegi.

Jadi kebutuhan keramik untuk ruangan seluas 84 m2 adalah 84 dus.

Tapi walaupun penghitungan akurat, dalam pelaksanaannya mungkin saja terjadi perbedaan. Bisa disebabkan oleh keramik pecah saat pemasangan, pemotongan keramik di pojok ruangan atau faktor kehilangan.

Oleh sebab itu, jika ingin membeli keramik secara tepat Anda harus memperhatikan hal-hal berikut:

  • memperkirakan jumlah keramik yang hilang.
  • memperkirakan jumlah keramik pecah dalam proses angkut ataut pemasangan.
  • menghitung jumlah keramik potongan pada pojok ruangan, apakah sisa potongan masih dapat digunakan lagi atau tidak.

Akibat jika salah menghitung kebutuhan keramik

Akibat salah menghitung kebutuhan keramik antara lain:

  1. Biaya membengkak. Selain kelebihan membeli keramik, kekurangan membeli keramik pun bisa mengakibatkan pembengkakkan biaya karena harus bolak-balik ke toko material. Otomatis, harus mengeluarkan biaya transportasi tambahan.
  2. Perbedaan warna atau motif keramik. Kesalahan menghitung kebutuhan keramik dapat menyebabkan warna atau motif keramik tidak seragam. Alhasil, dipaksakan memasang keramik walaupun beda warna dan motif atau dibongkar ulang. Ini akan kembali ke poin 1 di atas, yaitu biaya pekerjaan membengkak.
  3. Memperlambat pekerjaan. Jika kelebihan, Anda harus membereskan sisa keramik. Jika kurang, Anda harus balik lagi ke toko material. Proses ini membutuhkan waktu, sehingga waktu pekerjaan akan sedikit lebih lambat.

Demikianlah cara menghitung kebutuhan keramik yang sangat mudah dan praktis. Semoga artikel singkat ini dapat bermanfaat.

Pos terkait